Mutlimedia
Multimedia merupakan puncak dari teknologi jaringan.
Secara harafiah, multimedia berarti dua atau lebih media yang kontinu, yaitu
media yang dapat dimainkan selama interval waktu tertentu, biasanya dengan
menggunakan interaksi pengguna. Pada prakteknya, kedua media tersebut berupa
audio dan video, yaitu suara ditambah dengan gambar yang bergerak.
3.1.
Audio
Gelombang audio adalah gelombang (tekanan) akustik satu
dii&ensi. Ketika suatu gelombang akustik memasuki telinga, gendang telinga
akan bergetar, yang menyebabkan tulang rawan telinga tengah bergetar dan
mengirimkan pulsa-pulsa syaraf ke otak. Pulsa-pulsa ini diketahui sebagai suara
oleh pendengar. Hal ini berlaku sama pada waktu gelombang akustik mengenai
sebuah mikfofon.
Gelombang suara dapat dikonversi menjadi bentuk digital
dengan ADC ( Analog Digital Converter). Sebuah ADC mengambil tegangan listrik
sebagai input yang menghasilkan bilangan biner sebagai output. Sebagai pontoon,
sekarang banyak instrument music yang memiliki interface digital. Dan standar
untuk hal ini disebut MIDI ( Music Instrument Digital Interface ). Setiap pesan
MIDI terdiri dari sebuah byte status yas \§ diakuti oleh nol atau lebih byte
data.
Sebagai contoh penerdpan dari audio, kita akan membahas
tentang MPEG-MP2 Layer 3 (MP3).
3.1.1.
MP3
Untuk mendapatkan kualitas audio yang baik sekarang tidak
harus menggunakan CD Audio format yang dapat dimainkan dengan CD player atau PC
namun dengan menggunakan format MP2 layer 2 (MP3) dapat dihasilkan kualitas
suara yang sangat baik pula. Player MP3 pun sudah banyak bermunculan baik untuk PC maupun VCD player dengan kemampuan
mendekodekan MP3.
3.1.2.
Sejarah MPEG Audio Layer 3
Pada tahun 1987, IIS mulai bekerja mencari cara untuk
mengkodekan audio digital berdasarkan daya tangkap pendengaran. Proyek tersebut
dinamakan proyek EU147. Dalam proyek tersebut IIS bekerjasama dengan
Universitas Erlagen (Prof.Dieter Seitzer). Akhirnya IIS berhasil menemukan
teknik pengkodean yang kemudian distandardkan sebagai ISO-MPEG Audio Layer-3
(MPEG-1: IS 11172-3 dan MPEG-2: IS 13818-3). Dalam perkembangan selanjutnya
dikenal adanya MPEG-2.5. Versi ini tidak terdaftar di ISO dan jarang digunakan.
Pada awalnya MPEG Audio Layer-3 banyak dipakai oleh para
pengguna computer. File-file MPEG Audio layer 3 disimpan dengan ekstensi nama
file MP3. Kemudian MPEG Audio Layer-3 selanjutnya banyak dikenal sebagai MP3.
3.1.3
Dasar Kompresi Audio MPEG
Proses kompresi dibedakan menjadi dua yaitu lossy
compression (setelah dekompresi ada data-data yang hilang) dan lossles
compression (setelah dekompresi tidak ada data-data yang hilang), sedang
kompresi MPEG termasuk lossy compression.
Ini berarti setelah audio digital dikompres dengan MPEG
dan didekompresikan kembali menjadi sinyal analog, sinyal yang dihasilkan tidak
sama dengan aslinya. Memang benar ada data yang hilang dan bunyi atau suara
yang dihasilkan tidak sesuai dengan aslinya. Tetapi bunyi atau suara yang
dihilangkan adalah bunyi yang tidak dapat dibedakan dengan pendengaran manusia.
Lain halnya jika suara yang dihasilkan dibandingkan dengan aslinya dengan alat
ukur atau dengan spectrum analyzer.
No comments:
Post a Comment